Sabtu, 03 Juni 2017

Terimakasih Student Exchange Program 2017



 
Suatu hari sempat terbesit dalam hati “kapan ya saya bisa keluar negeri seperti teman-teman saya yang lain”. 2 semester berlalu dengan penuh harapan setidaknya selama duduk di bangku kuliah pernah merasakan yang namanya konferensi atau student exchange. Ternyata tanggal 27 april diadakan seleksi program pertukaran pelajar ke malaysia program studi Ahwal Al-Syakhshiyah 2017 yang syaratnya belum pernah keluar negeri dan wawancara bahasa arab dan bahasa inggris terkait hukum keluarga. Akhirnya saya, firda, dan nisa mempersiapkan berkas berkas untuk dapat mengikuti seleksi tersebut. Ketika tanggal 27 tiba, kami bertigalah dari angakatan 14 program studi Ahwal Al-Syakhshiyah kelas international yang belum pernah keluar negeri. Setelah proses wawancara dan penyeleksian berakhir saya hanya bisa berdoa kepada Allah SWT semoga saya mendapatkan tersebut. Akhirnya tidak menunggu lama keesokan harinya kami mendapatkan pengumuman hasil seleksi dan alhamdulillah saya dan firda lolos dan diberi kesempatan untuk mengikuti program tersebut. Namun saya merasa bersedih karena teman saya yang bernama nisa belum lolos dalam seleksi, namun dengan lapang dada dia tetap mendoakan kami yang terbaik. Akhirnya pada hari jumat kami yang lolos berkumpul untuk mendapatkan pengarahan tentang program tersebut. 3 minggu berlalu dan waktu yang kami tunggu datang juga. Seperti mimpi rasanya karena dapat kesempatan menuntut ilmu di negeri jiran malaysia walaupun hanya sebentar. Karena program inilah saya mendapatkan ilmu baru, mendapatkan keluarga baru, pengalaman yang tak terlupakan dan membuat saya lebih sadar akan pentingnya bahasa asing.
Terima kasih banyak untuk tim pelaksana dan penanggung jawab kegiatan Student Exchange Program 2017 program studi Ahwal Al-Syakhshiyah. Semoga program ini terus berlanjut agar teman-teman yang lain mendapatkan kesempatan yang sama seperti saya. Dan semoga Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyah dapat terus berjaya di kancah nasional maupun international.


Time is Gold




Ada pepatah mengatakan waktu adalah emas atau nama bekennya (time is gold). Menurut saya kalimat tersebut memang benar. Karena waktu tidak akan terulang kembali, maka dari itu setiap waktu yang kita lakukan adalah hal yang paling berharga karena semuanya tidak akan pernah terulang lagi. Selama saya berada di negeri jiran malaysia saya merasa ingin banyak melakukan hal-hal yang akan menjadi cerita buat diri saya termasuk cerita yang unik. Salah satunya cerita kepulangan saya dan teman-teman dari kuala lumpur menuju tanah air. Karena jarak kuala lumpur dengan airport yang jaraknya lumayanlah ya sekitar 1 jam setengah. Namun itu baru sampe depan bandaranya aja loh ya belum masuk bandaranya yang luasnya lumayan bikin kaki kram. Saat itu bagi saya memang waktu itu sangat berharga karena terlambat sedikit kami semua akan tertinggal pesawat. Setelah kami semua sudah melakukan check in dan meletakkan koper di bagasi kami menuju mushola yang disana disebut surau untuk melaksanakan sholat karena perbedaan waktu antara kuala lumpur dan indonesia berbeda. Nah setelah kami selesai melaksanakan sholat selanjutnya kami menuju imigrasi terlebih dahulu, karena saat itu antriannya sangat panjang akhirnya kami semua berpencar dan mencari antrian yang paling cepat agar kami juga cepat sampai di ruang tunggu juga. Karena berpencar akhirnya kami semua saling tunggu menunggu. Akhirnya saya,firda dan ulya dengan percaya diri mengikuti petunjuk perlepasan antara negara yang akhirny kami bertiga sampai di gate p dan q yang ternyata untuk penerbangan lain yang bukan menuju indonesia, lalu kami bertanya kepada security tentang gate untuk penerbangan kami yaitu yogyakarta ternyata kami bertiga salah gate, penerbangan menuju yogyakarta adalah gate L 18 dan di pertengahan bandara kami bertemu teman kami candra dan arif yang ternyata juga salah gate. Dan saat itu saya merasa putus asa karena bagaimana jika kami tertinggal pesawat karena gate yang kami tuju ternyata masih jauh. Dengan sekuat tenaga kami semua berlari menuju gate L 18 yang saat itu waktu menunjukkan 15.30 dan kami berangkat pukul 15.35. ketika sampai di gate L 18 dengan nafas yang terengah-engah dan security ngecek tiket kami dan berkata “ slowly dont panic kerana pesawatnya baru datang” alhamdulillah akhirnya kami merasa lega dan sampai di ruang tunggu kami semua tergeletak karena lelah berlari.
Dari sinilah saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga tentang menghargai waktu dan ketepatan dalam mengatur waktu. Karena waktu dapat menentukan sukses tidaknya seseorang.
Maka dari itu memang benar pepatah mengatakan time is gold.

Terimakasih Student Exchange Program 2017

  Suatu hari sempat terbesit dalam hati “kapan ya saya bisa keluar negeri seperti teman-teman saya yang lain”. 2 semester berlalu d...