Senin, 15 Mei 2017

KEAJAIBAN DAN KEKUATAN DOA



Semua yang ada dan tercipta dalam Kehidupan ini karena kehendak Allah SWT. Begitu juga keinginan dan harapan setiap umat manusia kepada Tuhan-nya agar segalanya terwujud dan yang seakan hanya mimpi bisa menjadi kenyataan. Begitupun saya sendiri memiliki keinginan serta harapan terhadap sesuatu, namun semua itu tidak hanya didapatkan dengan mudahnya layaknya kita menghirup udara. Allah SWT memerintahkan kepada semua umatnya bahwasanya jika menginginkan sesuatu agar hanya meminta kepada-NYA, berharap kepada-NYA melalui doa serta kerja/usaha keras untuk mendapatkan sesuatu tersebut. Doa akan terwujud dengan cara 3 hal yang pertama akan terwujud pada saat itu juga, yang kedua akan terwujud namun harus menunggu sampai berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan yang terkahir tidak terwujud namun diganti dengan yang lebih baik. Dan saya sendiri mersakan hal tersebut.
Ketika saya telah selesai menempuh pendidikan di pesantren hal tersebut belum membuat diri saya sendiri merasa lega, karena saya harus menyelesaikan pengabdian saya terlebih dahulu sebagai tanda terima kasih saya terhadap pesantren tersebut. Lalu, dengan harapan yang tinggi kepada Allah agar saya mendapatkan tempat pengabdian di pesantren tempat saya belajar, namun Allah berkehendak lain dengan berat hati saya harus meninggalkan keluarga termasuk orang tua saya 1 th lamanya, karena tempat pengabdian tersebut berada sangat jauh dari daerah asal ku yaitu tepatnya di kota Sabang yang menjadi sebutan titik nol kilometernya indonesia. Namun seiring berjalannya waktu saya sangat bersyukur dan tidak pernah menyesali kehendak-NYA, karena banyak pengalaman yang saya dapatkan diantaranya memahami karakter siswa-siswi SMP maupun SMA, cara mengajar yang baik dan benar, serta saya mendapatkan keluarga baru disana.
Ada satu pengalaman yang menarik ketika saya sedang dalam masa pengabdian, saya dan teman seperjuangan saya ingin mencoba membuat paspor karena kami ingin berlibur kesana ketika datang waktu libur tiba. Karena kota sabang juga dekat dengan negara tetangga yaitu malaysia. Prosedur pembuatan paspor pada saat itu tidak begitu sulit dan prosesnya pun cukup memakan waktu hanya 1 hingga 2 hari saja. Namun takdir berkata lain, setelah paspor jadi dan waktu libur telah datang kami mengurungkan niat kami kesana karena berhalangan dengan acara yang ada di pesantren tempat kami mengabdi. Namun kami bertiga berharap dan jika Allah SWT berkehendak bahwa suatu saat paspor tersebut akan terpakai.
Akhirnya masa pengabdian kami pun berakhir, salah satu dari kami alhmdulillah paspornya terpakai. Karena dia diterima di perguruan tinggi (kairo mesir). Sedangkan Saya sendiri diterima di perguruan tinggi universitas islam indonesia dengan mengambil jurusan hukum islam yang sekarang sudah berubah nama menjadi akhwal-syakhshiyah. Lalu Hari-hari selanjutnya ternyata teman saya satu lagi yang berada di perguruan tinggi kota malang pun mendapatkan undangan ke singapore untuk suatu acara, akhirnya saya tersadar bahwa hanya saya sendiri yang paspornya belum terpakai dan saat itu pula saya sudah duduk di bangku semester 3. Melihat teman-teman saya yang lain baik teman seperjuangan ketika mengabdi maupun teman-teman di kampus yang sudah mersakan indahnya mencari ilmu di negara lain tentu membuat hati kecil saya bersedih dan penuh harap “Ya Allah engkau yang maha pemberi dan membuat segalanya menjadi nyata”, lalu apakah saya bisa seperti teman- teman saya yang lain dapat merasakan indahnya mencari ilmu ke berbagai negara. Semester 4 pun tiba yang tak lama kemudian prodi yang saya tempuh membuka program international. Yang kemudian saya mencoba untuk ikut tes dan segala prosedur yang di tentukan. Alhamdulillah atas izin Allah saya diberikan kesempatan untuk merasakan dan mendapatkan ilmu di kelas international yang hanya menerima 10 orang dari angakatan saya.
Semester 5 berlalu dan Tibalah waktu semester 6, dengan doa dan harapan yang sama untuk dapat merasakan menuntut ilmu di luar negeri yang tak lepas pula dengan usaha dan belajar keras. Alhamdulillah akhirnya prodi akhwal-syakhshiyah yang saya tempuh ini membuka seleksi pertukaran pelajar ke suatu perguruan tinggi di malaysia, dengan usaha dan doa saya mengikuti prosedur serta beberapa tes. untuk dapat mengikuti program ini prodi hanya menerima 7 mahasiswa saja.
Waktu pun berlalu, pengumuman hasil seleksi pun sudah muncul, dengan hati yang terharu dan bersujud, serta tiada henti diri ini mengucapkan rasa syukur terima kasih sebanyak mungkin kepada Allah SWT akhirnya penantian serta harapan yang selalu aku panjatkan kepada-NYA terwujud dan menjadi kenyataan. 7 mahasiswa yang mendapatkan kesempatan ini diantaranya : ulya shafa firdausi, firda annisa, wahyu syuhada, akhmad cahyudi, abdussalam zainal arifin dan saya sendiri. Dan keberangkatan para peserta pada tanggal 16 mei 2017, itulah detik-detik perjalanan dan pengalaman baru kami yang akan segera dimulai.
Memang benar Doa akan terwujud dengan cara 3 hal yang pertama akan terwujud pada saat itu juga, yang kedua akan terwujud namun harus menunggu sampai berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan yang terkahir tidak terwujud namun diganti dengan yang lebih baik. Maka dari itu bagi kalian jangan berhenti berharap berdoa dan berusaha sekuat mungkin karena Allah pasti akan mengabulkan apa yang kita ingin kan melalui cara apapun dan kapanpun.
Dan semoga ilmu yang kami dapatkan ketika sebelum, selama, maupun setelah pertukaran pelajar ini bermanfaat untuk diri kami, orang lain, baik dunia maupun di akhirat kelak. Serta menjadikan prodi ahkwal-syakhshiyah semakin berkualitas dalam segi ilmu maupun yang lainnya dan terus berkembang di kancah nasional maupun international.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Student Exchange Program 2017

  Suatu hari sempat terbesit dalam hati “kapan ya saya bisa keluar negeri seperti teman-teman saya yang lain”. 2 semester berlalu d...